Archive for May, 2007

DIAKAH JODOH ANDA??

Wednesday, May 23rd, 2007

Pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate,
Arian Sarris memberikan rahasianya:


Pertanda 1

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang
adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu,
entah itu pekerjaan sepele atau besar.Paling penting adalah Anda berdua
selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan
semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang
lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat
berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2

Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau
bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang
perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya,
caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap
ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat ? Jika tidak, (maaf)
kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.


Pertanda 3

Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan
bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta
perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin
sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…


Pertanda 4

Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan
tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat
Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa
saling terikat.


Pertanda 5

Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami
cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang
berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang,
ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan
tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang
menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit…….
..Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…


Pertanda 6

Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan
masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu
menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah
siap menerima Anda apa adanya..


Pertanda 7

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu
memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di
depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan
tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8

Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di
tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan
rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan
sejati telah Anda temukan !

I CRIED FOR MY BROTHER SIX TIMES……MENGHARUKAN

Wednesday, May 23rd, 2007

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi
hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka
menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda
dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah
sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya,
Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku.
Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan
tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya."Siapa yang mencuri uang
itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah
tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau
begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu
tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang
melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi.

Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau
kehabisan nafas.Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan
memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa
lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang?

Kamu layak dipukul sampai
mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh
dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan
malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan
menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian
untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat,tapi insiden tersebut masih
kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku
ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke
SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,saya diterima untuk masuk ke
sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,
menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya
memberengut, "Kedua anak kita
memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…" Ibu mengusap
air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya?
Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah,
saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau
mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti
mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan
begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang.
Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang
membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan
sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan
ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke
universitas.

Siapa
sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah
dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering.
Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas
bantalku: "Kak,masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari
kerja dan
mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan
menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku
hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku
akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan
memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan
melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup
debu semen dan pasir.

Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu
adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa
yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak
akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.

Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam
kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa
pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…"

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis
kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak
dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku
dan menangis dan menangis.Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang
pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku
pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu
menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi
katanya, sambil tersenyum, "Itu
adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu
melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru
itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus
jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan
mebalut lukanya."Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya."Tidak, tidak sakit.
Kamu tahu, ketika saya bekerja dilokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan
pada kakiku setiap
waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…" Ditengah kalimat itu
ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir
deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal
di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan
tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus
mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah
mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi
direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai
manajer pada Departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran
tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,
ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku
pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu,
"Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus
melakukan sesuatu yang
berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa
kamu tidak mau
mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan
kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan
dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang
sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa
membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia
26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari
dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya
kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan
berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak
dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang
berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua
jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan
satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia
hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.

Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang
begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya
bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik
kepadanya."
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya
kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku,
orang yang paling aku berterima kasih adalah adkku." Dan dalam kesempatan
yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata
bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

TELEPON GRATIS…MAU?

Thursday, May 17th, 2007

Satelit dari KGB Rusia yang diluncurkan tahun 1993 ini ternyata memberikan pelayanan yang tidak diketahui sebelumnya oleh umat manusia berikut rahasia terbesarnya :

Pulsa gratis. Temen-2 ini agak rahasia tolong jangan disebarluaskan. Saya sudah mencobanya, dan terbukti membuat kantong tidak terganggu dan tetap tebal… Trik menggunakan HP tanpa pulsa. Ini adalah trik yang bisa dicoba, disadap dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya karena tidak mau ketahuan. Baca lebih lanjut ..

PULSA HANDPHONE MAHAL???

Manfaatkan kelemahan sistem ponsel Anda sehingga Anda bisa main telepon dengan GRATIS, kemana saja, berapapun lamanya!!!Yang dibutuhkan adalah cuma beberapa menit untuk mempelajari tulisan ini dengan teliti sekaligus langsung mempraktekkannya ke ponsel Anda. Inilah yang akan saya share ke teman-teman sekalian.

Langkah Pertama :

Catat spesifikasi ponsel Anda meliputi :
1. Merk (misal Nokia, Siemens, Motorola, dll)
2. Jenis (misal 3210, M35, 3310, T18S)
3. No IMEI (optional, tapi sebaiknya dicatat, kalau ada masalah)

Langkah Kedua :

Siapkan segera no telpon yang akan dituju, serta amati kuat sinyal pada indikator. Sebaiknya sinyal pada posisi maksimum,artinya Anda tidak boleh terlalu jauh dari base station, atau bila Anda berada dalam ruangan tertutup, sebaiknya Anda keluar atau mencari tempat dimana kuat sinyal diterima maksimal.
Pastikan no telepon yang Anda tuju siap untuk menerima telepon, ini bisa Anda lakukan dengan menelepon, kemudian tutup (missed call). Bila sedang sibuk, tunggu sampai idle.

Langkah Ketiga :
Lakukan prosedur eksekusi berikut :

1.Tekan tombol bintang (*)
2.Tekan tombol angka konversi untuk merk Anda :
Nokia : 23
Motorola : 17
Ericsson : 45
Samsung : 19
Siemens : 20
Untuk merk lain sedang dalam proses pencarian.
3.Tekan tombol seri ponsel Anda :
Misal :
Nokia N3210 = 3210
Ericsson T10S = 10
Ericsson A6188 = 6188
Jadi ambil angkanya saja.
4.Tekan tombol pagar (#)
5.ikuti dengan nomor telepon yang akan dituju :
Format : kode negara + kode wilayah + no telepon
Kalau yang ditelepon di Yogyakarta, nomernya 580566, maka harus ditekan: 62274580566

Keterangan
Kode negara : 62 dan Kode wilayah : 0274
6.Tekan tombol pagar (#)
Jadi sebagai contoh kalau saya punya ponsel Nokia 3210, dan ingin menelpon ke Palembang dengan no telepon 370066(kode kota 0711), maka saya harus menekan : *233210#62711370066#
Silahkan periksa sekali lagi sebelum kita melakukan eksekusi terakhir!!!

LANGKAH TERAKHIR : VERY IMPORTANT THING

Pastikan pada layar ponsel Anda tertera karakter dengan urutan yang benar! Kesalahan penggunaan bisa menyebabkan kartu Anda tidak berlaku lagi, dan saya tidak bertanggungjawab untuk hal tersebut. Jadi silakan periksa sekali lagi.

Sebelum Anda tekan Enter atau Call, yang harus Anda perhatikan bahwa anda HARUS segera mematikan ponsel pada hitungan antara detik ke-2 dan ke-3!!! Tidak boleh LEBIH dan tidak boleh KURANG!!! Anda bisa melakukannya pada detik ke 2.1 atau 2.4 atau 2.7 setelah penekanan tombol Call.

Sebaiknya Anda mempersiapkan jam tangan, lebih baik bila ada stopwatch-nya. Setelah itu Anda bisa bicara sepuasnya, mau beberapa jam, mau beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan, mau berteriak sekerasnya, dijamin Anda tidak akan mengeluarkan biaya kecuali yang telah dijelaskan di atas. Sebaiknya Anda berbicara jangan di depan muka umum, karena akan memalukan Anda sendiri. dah puas?

Kalau sudah puas atau sudah lelah berbicara, silakan nyalakan kembali ponsel Anda, siapa tahu ada orang yang serius mau menghubungi Anda. Kasihan dia, mau menelepon Anda tapi masuk ke mailbox terus.

Ha ha ha ha ha haaaa!!! Emang enak!?, makanya bacanya jangan terlalu serius, ampe mlotot2in monitor gituww… masa’ mau nelpon nggak mau keluar pulsa, yang bener ajaa….^^

Sorry All ,,, cuma becanda ,,, Jangan terlalu serius lahhh ,,, Having Fun Aja yach ,,, Keep Coolsz Bro ,,,

SPACE MATH

Thursday, May 17th, 2007

SPACE/MATH - Constants and Equations for Calculations
CONSTANTS AND EQUATIONS FOR CALCULATIONS

This list was originally compiled by Dale Greer. Additions would be
appreciated.
Numbers in parentheses are approximations that will serve for most
blue-skying purposes.
Unix systems provide the ‘units’ program, useful in converting between
different systems (metric/English, CGS/MKS etc.)
NUMBERS
7726 m/s (8000) — Earth orbital velocity at 300 km altitude
3075 m/s (3000) — Earth orbital velocity at 35786 km (geosync)
6371 km (6400) — Mean radius of Earth
6378 km (6400) — Equatorial radius of Earth
1738 km (1700) — Mean radius of Moon
5.974e24 kg (6e24) — Mass of Earth
7.348e22 kg (7e22) — Mass of Moon
1.989e30 kg (2e30) — Mass of Sun
3.986e14 m^3/s^2 (4e14) — Gravitational constant times mass of Earth
4.903e12 m^3/s^2 (5e12) — Gravitational constant times mass of Moon
1.327e20 m^3/s^2 (13e19) — Gravitational constant times mass of Sun
384401 km ( 4e5) — Mean Earth-Moon distance
1.496e11 m (15e10) — Mean Earth-Sun distance (Astronomical Unit)
1 megaton (MT) TNT = about 4.2e15 J or the energy equivalent of
about .05 kg (50 g) of matter. Ref: J.R Williams, “The Energy Level
of Things”, Air Force Special Weapons Center (ARDC), Kirtland Air
Force Base, New Mexico, 1963. Also see “The Effects of Nuclear
Weapons”, compiled by S. Glasstone and P.J. Dolan, published by the
US Department of Defense (obtain from the GPO).
EQUATIONS
Where d is distance, v is velocity, a is acceleration, t is time.
Additional more specialized equations are available from:
explorer.arc.nasa.gov:pub/SPACE/FAQ/MoreEquations
For constant acceleration
d = d0 + vt + .5at^2
v = v0 + at
v^2 = 2ad
Acceleration on a cylinder (space colony, etc.) of radius r and
rotation period t:
a = 4 pi**2 r / t^2
For circular Keplerian orbits where:
Vc = velocity of a circular orbit
Vesc = escape velocity
M = Total mass of orbiting and orbited bodies
G = Gravitational constant (defined below)
u = G * M (can be measured much more accurately than G or M)
K = -G * M / 2 / a
r = radius of orbit (measured from center of mass of system)
V = orbital velocity
P = orbital period
a = semimajor axis of orbit
Vc = sqrt(M * G / r)
Vesc = sqrt(2 * M * G / r) = sqrt(2) * Vc
V^2 = u/a
P = 2 pi/(Sqrt(u/a^3))
K = 1/2 V**2 - G * M / r (conservation of energy)
The period of an eccentric orbit is the same as the period
of a circular orbit with the same semi-major axis.
Change in velocity required for a plane change of angle phi in a
circular orbit:
delta V = 2 sqrt(GM/r) sin (phi/2)
Energy to put mass m into a circular orbit (ignores rotational
velocity, which reduces the energy a bit).
GMm (1/Re - 1/2Rcirc)
Re = radius of the earth
Rcirc = radius of the circular orbit.
Classical rocket equation, where
dv = change in velocity
Isp = specific impulse of engine
Ve = exhaust velocity
x = reaction mass
m1 = rocket mass excluding reaction mass
g = 9.80665 m / s^2
Ve = Isp * g
dv = Ve * ln((m1 + x) / m1)
= Ve * ln((final mass) / (initial mass))
Relativistic rocket equation (constant acceleration)
t (unaccelerated) = c/a * sinh(a*t/c)
d = c**2/a * (cosh(a*t/c) - 1)
v = c * tanh(a*t/c)
Relativistic rocket with exhaust velocity Ve and mass ratio MR:
at/c = Ve/c * ln(MR), or
t (unaccelerated) = c/a * sinh(Ve/c * ln(MR))
d = c**2/a * (cosh(Ve/C * ln(MR)) - 1)
v = c * tanh(Ve/C * ln(MR))
Converting from parallax to distance:
d (in parsecs) = 1 / p (in arc seconds)
d (in astronomical units) = 206265 / p
Miscellaneous
f=ma — Force is mass times acceleration
w=fd — Work (energy) is force times distance
Atmospheric density varies as exp(-mgz/kT) where z is altitude, m is
molecular weight in kg of air, g is local acceleration of gravity, T
is temperature, k is Bolztmann’s constant. On Earth up to 100 km,
d = d0*exp(-z*1.42e-4)
where d is density, d0 is density at 0km, is approximately true, so
d@12km (40000 ft) = d0*.18
d@9 km (30000 ft) = d0*.27
d@6 km (20000 ft) = d0*.43
d@3 km (10000 ft) = d0*.65
Atmospheric scale height Dry lapse rate
(in km at emission level) (K/km)
————————- ————–
Earth 7.5 9.8
Mars 11 4.4
Venus 4.9 10.5
Titan 18 1.3
Jupiter 19 2.0
Saturn 37 0.7
Uranus 24 0.7
Neptune 21 0.8
Triton 8 1
Titius-Bode Law for approximating planetary distances:
R(n) = 0.4 + 0.3 * 2^N Astronomical Units
This fits fairly well for Mercury (N = -infinity), Venus
(N = 0), Earth (N = 1), Mars (N = 2), Jupiter (N = 4),
Saturn (N = 5), Uranus (N = 6), and Pluto (N = 7).
CONSTANTS
6.62618e-34 J-s (7e-34) — Planck’s Constant “h”
1.054589e-34 J-s (1e-34) — Planck’s Constant / (2 * PI), “h bar”
1.3807e-23 J/K (1.4e-23) - Boltzmann’s Constant “k”
5.6697e-8 W/m^2/K (6e-8) — Stephan-Boltzmann Constant “sigma”
6.673e-11 N m^2/kg^2 (7e-11) — Newton’s Gravitational Constant “G”
0.0029 m K (3e-3) — Wien’s Constant “sigma(W)”
3.827e26 W (4e26) — Luminosity of Sun
1370 W / m^2 (1400) — Solar Constant (intensity at 1 AU)
6.96e8 m (7e8) — radius of Sun
1738 km (2e3) — radius of Moon
299792458 m/s (3e8) — speed of light in vacuum “c”
9.46053e15 m (1e16) — light year
206264.806 AU (2e5) — \
3.2616 light years (3) — –> parsec
3.0856e16 m (3e16) — /
Black Hole radius (also called Schwarzschild Radius):
2GM/c^2, where G is Newton’s Grav Constant, M is mass of BH,
c is speed of light
Things to add (somebody look them up!)
Basic rocketry numbers & equations
Aerodynamical stuff
Energy to put a pound into orbit or accelerate to interstellar
velocities.
Non-circular cases?
PERFORMING CALCULATIONS AND INTERPRETING DATA FORMATS
COMPUTING SPACECRAFT ORBITS AND TRAJECTORIES
References that have been frequently recommended on the net are:
“Fundamentals of Astrodynamics” Roger Bate, Donald Mueller, Jerry White
1971, Dover Press, 455pp $8.95 (US) (paperback). ISBN 0-486-60061-0
NASA Spaceflight handbooks (dating from the 1960s)
SP-33 Orbital Flight Handbook (3 parts)
SP-34 Lunar Flight Handbook (3 parts)
SP-35 Planetary Flight Handbook (9 parts)
These might be found in university aeronautics libraries or ordered
through the US Govt. Printing Office (GPO), although more
information would probably be needed to order them.
M. A. Minovitch, _The Determination and Characteristics of Ballistic
Interplanetary Trajectories Under the Influence of Multiple Planetary
Attractions_, Technical Report 32-464, Jet Propulsion Laboratory,
Pasadena, Calif., Oct, 1963.
The title says all. Starts of with the basics and works its way up.
Very good. It has a companion article:
M. Minovitch, _Utilizing Large Planetary Perubations for the Design of
Deep-Space Solar-Probe and Out of Ecliptic Trajectories_, Technical
Report 32-849, JPL, Pasadena, Calif., 1965.
You need to read the first one first to realy understand this one.
It does include a _short_ summary if you can only find the second.
Contact JPL for availability of these reports.
“Spacecraft Attitude Dynamics”, Peter C. Hughes 1986, John Wiley and
Sons.
“Celestial Mechanics: a computational guide for the practitioner”,
Lawrence G. Taff, (Wiley-Interscience, New York, 1985).
Starts with the basics (2-body problem, coordinates) and works up to
orbit determinations, perturbations, and differential corrections.
Taff also briefly discusses stellar dynamics including a short
discussion of n-body problems.
COMPUTING PLANETARY POSITIONS
More net references:
“Explanatory Supplement to the Astronomical Almanac” (revised edition),
Kenneth Seidelmann, University Science Books, 1992. ISBN 0-935702-68-7.
$65 in hardcover.
Deep math for all the algorthms and tables in the AA.
Van Flandern & Pullinen, _Low-Precision Formulae for Planetary
Positions_, Astrophysical J. Supp Series, 41:391-411, 1979. Look in an
astronomy or physics library for this; also said to be available from
Willmann-Bell.
Gives series to compute positions accurate to 1 arc minute for a
period + or - 300 years from now. Pluto is included but stated to
have an accuracy of only about 15 arc minutes.
_Multiyear Interactive Computer Almanac_ (MICA), produced by the US
Naval Observatory. Valid for years 1990-1999. $55 ($80 outside US).
Available for IBM (order #PB93-500163HDV) or Macintosh (order
#PB93-500155HDV). From the NTIS sales desk, (703)-487-4650. I believe
this is intended to replace the USNO’s Interactive Computer Ephemeris.
_Interactive Computer Ephemeris_ (from the US Naval Observatory)
distributed on IBM-PC floppy disks, $35 (Willmann-Bell). Covers dates
1800-2049.
“Planetary Programs and Tables from -4000 to +2800″, Bretagnon & Simon
1986, Willmann-Bell.
Floppy disks available separately.
“Fundamentals of Celestial Mechanics” (2nd ed), J.M.A. Danby 1988,
Willmann-Bell.
A good fundamental text. Includes BASIC programs; a companion set of
floppy disks is available separately.
“Astronomical Formulae for Calculators” (4th ed.), J. Meeus 1988,
Willmann-Bell.
“Astronomical Algorithms”, J. Meeus 1991, Willmann-Bell.
If you actively use one of the editions of “Astronomical Formulae
for Calculators”, you will want to replace it with “Astronomical
Algorithms”. This new book is more oriented towards computers than
calculators and contains formulae for planetary motion based on
modern work by the Jet Propulsion Laboratory, the U.S. Naval
Observatory, and the Bureau des Longitudes. The previous books were
all based on formulae mostly developed in the last century.
Algorithms available separately on diskette.
“Practical Astronomy with your Calculator” (3rd ed.), P. Duffett-Smith
1988, Cambridge University Press.
“Orbits for Amateurs with a Microcomputer”, D. Tattersfield 1984,
Stanley Thornes, Ltd.
Includes example programs in BASIC.
“Orbits for Amateurs II”, D. Tattersfield 1987, John Wiley & Sons.
“Astronomy / Scientific Software” - catalog of shareware, public domain,
and commercial software for IBM and other PCs. Astronomy software
includes planetarium simulations, ephemeris generators, astronomical
databases, solar system simulations, satellite tracking programs,
celestial mechanics simulators, and more.
Andromeda Software, Inc.
P.O. Box 605
Amherst, NY 14226-0605
COMPUTING CRATER DIAMETERS FROM EARTH-IMPACTING ASTEROIDS
Astrogeologist Gene Shoemaker proposes the following formula, based on
studies of cratering caused by nuclear tests.
(1/3.4)
D = S S c K W : crater diameter in km
g p f n
(1/6)
S = (g /g ) : gravity correction factor for bodies other than
g e t Earth, where g = 9.8 m/s^2 and g is the surface
e t
gravity of the target body. This scaling is
cited for lunar craters and may hold true for
other bodies.
(1/3.4)
S = (p / p ) : correction factor for target density p ,
p a t t
p = 1.8 g/cm^3 for alluvium at the Jangle U
a
crater site, p = 2.6 g/cm^3 for average
rock on the continental shields.
C : crater collapse factor, 1 for craters <= 3 km
in diameter, 1.3 for larger craters (on Earth).
(1/3.4)
K : .074 km / (kT TNT equivalent)
n empirically determined from the Jangle U
nuclear test crater.
3 2 22
W = pi * d * delta * V / (12 * 4.185 * 10 )
: projectile kinetic energy in MT TNT equivalent
given diameter d, velocity v, and projectile
density delta in CGS units. delta of around 3
g/cm^3 is fairly good for an asteroid.
An RMS velocity of V = 20 km/sec may be used for Earth-crossing
asteroids.
Under these assumptions, the body which created the Barringer Meteor
Crater in Arizona (1.13 km diameter) would have been about 40 meters in
diameter.
More generally, one can use (after Gehrels, 1985):
Asteroid Number of objects Impact probability Impact energy as
diameter (km) (impacts/year) multiple of
Hiroshima bomb
10 10 10^-8 10^9
1 1 000 10^-6 10^6
0.1 100 000 10^-4 10^3
assuming simple scaling laws. The Hiroshima explosion is assumed to be
.013 MT TNT equivalent, or about 5*10^13 joules.
References:
Gehrels, T. 1985 Asteroids and comets. _Physics Today_ 38, 32-41. [an
excellent general overview of the subject for the layman]
Shoemaker, E.M. 1983 Asteroid and comet bombardment of the earth. _Ann.
Rev. Earth Planet. Sci._ 11, 461-494. [very long and fairly
technical but a comprehensive examination of the
subject]
Shoemaker, E.M., J.G. Williams, E.F. Helin & R.F. Wolfe 1979
Earth-crossing asteroids: Orbital classes, collision rates with
Earth, and origin. In _Asteroids_, T. Gehrels, ed., pp. 253-282,
University of Arizona Press, Tucson.
Cunningham, C.J. 1988 _Introduction to Asteroids: The Next Frontier_
(Richmond: Willman-Bell, Inc.) [covers all aspects of asteroid
studies and is an excellent introduction to the subject for people
of all experience levels. It also has a very extensive reference
list covering essentially all of the reference material in the
field.]
MAP PROJECTIONS AND SPHERICAL TRIGNOMETRY
Two easy-to-find sources of map projections are the “Encyclopaedia
Britannica”, (particularly the older editions) and a tutorial appearing
in _Graphics Gems_ (Academic Press, 1990). The latter was written with
simplicity of exposition and suitability for digital computation in mind
(spherical trig formulae also appear, as do digitally-plotted examples).
More than you ever cared to know about map projections is in John
Snyder’s USGS publication “Map Projections–A Working Manual”, USGS
Professional Paper 1395. This contains detailed descriptions of 32
projections, with history, features, projection formulas (for both
spherical earth and ellipsoidal earth), and numerical test cases. It’s a
neat book, all 382 pages worth. This one’s $20.
You might also want the companion volume, by Snyder and Philip Voxland,
“An Album of Map Projections”, USGS Professional Paper 1453. This
contains less detail on about 130 projections and variants. Formulas are
in the back, example plots in the front. $14, 250 pages.
You can order these 2 ways. The cheap, slow way is direct from USGS:
Earth Science Information Center, US Geological Survey, 507 National
Center, Reston, VA 22092. (800)-USA-MAPS. They can quote you a price and
tell you where to send your money. Expect a 6-8 week turnaround time.
A much faster way (about 1 week) is through Timely Discount Topos,
(303)-469-5022, 9769 W. 119th Drive, Suite 9, Broomfield, CO 80021. Call
them and tell them what you want. They’ll quote a price, you send a
check, and then they go to USGS Customer Service Counter and pick it up
for you. Add about a $3-4 service charge, plus shipping.
A (perhaps more accessible) mapping article is:
R. Miller and F. Reddy, “Mapping the World in Pascal”,
Byte V12 #14, December 1987
Contains Turbo Pascal procedures for five common map projections. A
demo program, CARTOG.PAS, and a small (6,000 point) coastline data
is available on CompuServe, GEnie, and many BBSs.
Some references for spherical trignometry are:
_Spherical Astronomy_, W.M. Smart, Cambridge U. Press, 1931.
_A Compendium of Spherical Astronomy_, S. Newcomb, Dover, 1960.
_Spherical Astronomy_, R.M. Green, Cambridge U. Press., 1985 (update
of Smart).
_Spherical Astronomy_, E Woolard and G.Clemence, Academic
Press, 1966.
PERFORMING N-BODY SIMULATIONS EFFICIENTLY
“Computer Simulation Using Particles”
R. W. Hockney and J. W. Eastwood
(Adam Hilger; Bristol and Philadelphia; 1988)
“The rapid evaluation of potential fields in particle systems”,
L. Greengard
MIT Press, 1988.
A breakthrough O(N) simulation method. Has been parallelized.
L. Greengard and V. Rokhlin, “A fast algorithm for particle
simulations,” Journal of Computational Physics, 73:325-348, 1987.
“An O(N) Algorithm for Three-dimensional N-body Simulations”, MSEE
thesis, Feng Zhao, MIT AILab Technical Report 995, 1987
“Galactic Dynamics”
J. Binney & S. Tremaine
(Princeton U. Press; Princeton; 1987)
Includes an O(N^2) FORTRAN code written by Aarseth, a pioneer in
the field.
Hierarchical (N log N) tree methods are described in these papers:
A. W. Appel, “An Efficient Program for Many-body Simulation”, SIAM
Journal of Scientific and Statistical Computing, Vol. 6, p. 85,
1985.
Barnes & Hut, “A Hierarchical O(N log N) Force-Calculation
Algorithm”, Nature, V324 # 6096, 4-10 Dec 1986.
L. Hernquist, “Hierarchical N-body Methods”, Computer Physics
Communications, Vol. 48, p. 107, 1988.
INTERPRETING THE FITS IMAGE FORMAT
If you just need to examine FITS images, use the ppm package (see the
comp.graphics FAQ) to convert them to your preferred format. For more
information on the format and other software to read and write it, see
the sci.astro.fits FAQ.
THREE-DIMENSIONAL STAR/GALAXY COORDINATES
To generate 3D coordinates of astronomical objects, first obtain an
astronomical database which specifies right ascension, declination, and
parallax for the objects. Convert parallax into distance using the
formula in part 6 of the FAQ, convert RA and declination to coordinates
on a unit sphere (see some of the references on planetary positions and
spherical trignometry earlier in this section for details on this), and
scale this by the distance.
Two databases useful for this purpose are the Yale Bright Star catalog
(sources listed in FAQ section 3) or “The Catalogue of Stars within 25
parsecs of the Sun”, in